• Refleksi 100 Tahun Kebangkitan Nasional

    Disadari bahwa jauh sebelum tahun 1908 bangsa Indoensia mengalami banyak pahit getirnya perjuangan dalam rangka untuk membebaskan diri dari penindasan yang dilakukan para penjajah, seperti perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang kita untuk mengusir para penjajah namun perjuangan tersebut selalu dengan mudah dapat dikalahkan karena tidak adanya persatuan dan kesatuan yang dimiliki bangsa kita pada saat itu Begitu pula saat ini perlu dibingkai kembali persatuan dan kesatuan
  • Renungan Dari Sebuah Ibadah Haji

    Ibadah haji merupakan ibadah yang tidak hanya mengandung makna ritual tetapi jauh kedepan mengandung makna sosial yang tinggi. Oleh karenanya jadikanlah ibadah haji sebagai hati umat manusia
  • Mari Sukseskan Pilkada Kaltim

  • Jangan Pernah Menyerah Dalam Belajar

MADRASAH, KOMPETENSI AGAMA DAN AKADEMIK

Sebuah Paradigma yang keliru ketika mengungkapkan bahwa Madrasah adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan Agama semata, yaitu Agama Islam

Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal yang bercirikan agama, yaitu Islam. Secara histories madrasah memiliki akar pendidikan yang kuat karena lembaga ini awal lahir dan berkembangnya dari masyarakat yang menginginkan komunitasnya memilki nilai-nilai agama yang lebih atau menjadikan madrasah sebagai tempat untuk membentuk manusia muslim. Bertolak dari itulah madrasah ini lebih banyak mengajarkan materi-materi agama Islam secara lebih mendalam.

Konteksnya dengan perkembangan masyarakat sekarang, madrasah kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan juga komunitas alumni atau lulusan madrasah memiliki kualitas sumber daya manusia yang handal yang dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar ini kemudian kurikulum madrasah memasukan materi pelajaran umum sebagaimana yang terdapat dalam kurikulum pada sekolah umum.dalam rangka membekali kepada lulusan madrasah dapat meningkatkan potensi dirinya.

Model sekolah ini menjadikan madrasah dapat mengimbangi dampak negative dari perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi yang maju dengan sangat pesatnya. Sementara seperti kita ketahui bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sekarang ini berawal dari tumbuh dan berkembang pada dunia barat yang secara histories tercepai setelah melepaskan diri dari doktrin-doktrin agama pada abad pertengahan.

Disamping itu juga madrasah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan nilai-nilai agama Islam secara komprehensif dan holistic sehinggga memberikan pemahaman agama lebih mendalam. Pemahaman agama yang benar dan baik secara mendalam akan mendorong orang untuk meningkatkan hidup..

DR.H.Hasyim Mujadi dalam komperensi Nahdatul Ulama yang mengungkapkan bahwa kemiskinan umat saat ini terjadi karena umat tidak memahami ajaran agamanya dengan benar dan baik. Agama dalam hal ini hanya dijadikan sebagai sarana ibadah ritualitas saja, padahal agama Islam mengandung pemahaman yang tinggi. Oleh karena itul agama tidak hanya dipahami secara tekstual tetapi harus pula diinterprestasikan secara kontekstual, seperti pemahaman ibadah zakat yang mengandung nilai social, budaya dan ekonomi.

Beranjak dari konsep dan pemahaman ini maka madrasah dapat diharapkan menjadi sebuah sarana pengembangan pemahaman agama yang benar dengan mengembangan atau mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan hal ini dapat menjadian filter atas pengaruh negative dari perkembangan yang terjadi pada nilai-nilai agama dan social.

Pusat Pengembangan Ilmu Yang Islami

Sebagaimana dikatakan bahwa madrasah merupakan model lembaga pendidikan yang berfungsi untuk mengintegrasikan pengatahuan agama dan pengetahuan umum dalam upaya membentuk kualitas manusia yang tidak hanya menguasi ilmu pengetahuan dan teknologi semata tetapi juga memiliki akhlak mulia. Fungsi ini memperkuat pencapaian tujuan pendidikan nasional, yang tidak hanya bertujuan membentuk manusia yang menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk manusia yang beragama dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan seharihari.

Dalam lembaga ini anak dididik dan dibimbing bagaimana memahami agama secara lebih luas dan mengintegrasikannya dengan ilmu pengathuan umum.. Dalam arti bahwa lembagai ini berupaya untuk menghilangkan sekulerisme ilmu yang terjadi dan berkembang. Dalam paham ini, ilmu dipisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama sehingga menjadikan ilmu yang dmiliki manusia menghilangkan makna dari tujuan ilmu itu sendiri, yaitu bahwa ilmu harus mengenal siapa pemilik ilmu itu. Islam dalam konsepnya tidak mengenal adanya pemisahan ilmu agama dan ilmu umum, karena pemisahan ini dapat mengakibatkan orang tidak menghormati lagi nilai-nilai agama seperti yang terjadi sekarang ini. Upaya dan usaha inilah yang dilaksanakan dalam system pembelajaran pada madrasah.

Sebagai lembaga pendidikan formal yang bercirikan agama, madrasah memiliki kurikulum yang materi pelajarannya terbagi dua 70% umum dan 30% agama. Dalam aplikasinya system pengajaran dan pendidikan yang diberikan, materi umum disampaikan dalam nuansa agamis, yang menunjukan dan membuktikan bahwa alam semesta dan isinya yang diajarkan merupakan bukti atas kekuasanan dan kebenaran akan Allah SWT.Sehingga ilmu yang didapat dan dipahami tidak mengalami stagnasi contah pemahaman tentang proses terjadinya alam yang titik akhirnya menunjukan kebesaran akan Pencipta-Nya. Dan begitu pula materi agama yang disampaikan mengenalkan pemahaman yang tidak hanya bersifat normative tetapi juga beruapa teorits dan konseptual. Dengan demikian tidak terjadi ambivalen ilmu, karena pada subtansinya ilmu adalah satu dan ditujukan kepada Yang Satu pula.

Katakanlah ibadah puasa yang secara normative berkaitan antara pahala dan dosa tetapi manakala diterjemahkan lebih mendalam mengandung konsep system social dan budaya yang tinggi, seperti pemerataan perekonomian Pemahaman seperti ini akan mengembangkan pola kemampuan berfikir anak dan juga untuk mengembangkan dalam pemahaman agama terhadap lingkunganya. Pola berfikir demikian yang diharapkan oleh Utomo Dananjaya, Direktur Institute For Education Reform., yang menghendaki bahwa lembaga pendidikan tidak hanya terfokus pada materi-materi pelajaran tetapi adalah bagaimana anak memiliki kemampuan berfikir, dan berinteraksi social dengan lingkungannya

Sistem integrasi pendidikan ini yang dikembangkan oleh madrasah dalam melaksanakan transper ilmu merupakan system yang dipergunakan untuk mengembangkan pola berpikir anak Dan tentu system ini akan memudahkan pencapai pembentukan individu yang konsesten dengan agamanya dan juga memiliki komputensi akademik. Jadi Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal yang kominitasnya tidak hanya memiliki komputensi agama tetapi juga komputensi akademik. Oleh karenya salah jika ada yang mengungkapkan bahwa madrasah hanya memberikan atau mengajarkan ilmu agama semata.

Kondisi Madrasah

Sebagai lembaga pendidikan yang mengakar dari masyarakat maka sudah tentu lembaga ini lebih banyak swasta yang secara pisik, sarana dan prasananya sangat terbatas. Dan tentu ini merupakan tantangan bagi madrasah yang sebagain besar adalah swasta dalam meningkatkan lembaga pendidikan yang dikelolanya untuk menghadapai daya saing dan perkembngan masyarakat modern.

Pada Kantor Departemen Agama Kota Bontang tercatat 99% madrasah yang ada di Kota Bontang adalah swasta dan hanya satu madrasah negeri yaitu Madrasah Aliyah Negeri Bontang. Bagi madrasah negeri yaitu MAN Bontang tentu tidak terlalu banyak permasalahan didalam melaksanakan tugas pendidikan dan bahkan prestasi madrasah ini secara akademik telah memiliki prestasi yang tinggi dengan keberhasilan lembaga ini dalam mencapaikan tingkat kelulusan sampai 100% dalam ujian nasional yang diselenggarakan pemerintah, keberhasilan madrasah dalam bidang akademik tentunya juga dihiasi dengan nilai-nilai agama yang telah dipahmi secara lebih luas. Artinya komunitas lulusan madrasah tidak hanya memiliki komptensi akademik tetapi juga memiliki komputensi agama.

Kota Bontang yang terkenal dengan mottonya sebagai kota Taman (Agamis) adalah sebuah refleksi yang ingin menjadikan masyarakatnya memiliki pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan masyarakat. Madrasah yang merupakan lembaga pendidikan formal yang bercirikan keagamaan menjadi lembaga pendidikan formal terdepan dalam mewujudkan program pemerintah kota Bontang tersebut, yaitu kota Taman (Agamis). Oleh karenanya keberadaan madrasah perlu ditingkat baik dalam bidang pengelolaan maupun sarana dan fasilitas pendukungnya.agar memiliki kualitas pendidikan yang dapat diharapkan.

Bila dilihat realitas kondisi madrasah yang terdapat dikota Bontang, yaitu 99% adalah madrasah swasta tentu merupakan sebuah bentuk kesadaran dan partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam upaya mewujudkan program pemerintah kota Bontang. Untuk itu perlu dukungan dari berbagai pihak agar pendidikan yang dikelola masyarakat ini dapat menghasilkan komunitas lulusan yang mewarnai kota bontang.

Madrasah harus dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan mempergunakan sarana yang tersedia walaupun kita ketahui bahwa lembaga pendidikan ini masih terbatas sarana pendukungnya. Keterbatasan yang dimiliki tidaklah menjadi penghalang bagi madrasah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang dilkasanakannya dan berupaya memanfaatkan sumber sarana yang ada secara maksimal. Misalnya memanfaatkan sarana organisasi keguruan dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik atau pengajar seperti organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan sarana lainnya seperti pelatihan-pelatihan baik yang diadakan atau dilaksanakan pemerintah maupun organisasi swasta. Dengan adanya pemanfaatan sarana atau fasiltas yang ada secara optimal sesuai dengan standar yang ditetapkan maka insyalalah lembaga pendidikan ini akan mampu melahirkan komunitas-komunitas yang lulusannya memiliki kualitas yang yang dapat dibanggakan.

Pemerintah kota Bontang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan semua lembaga pendidikan tidak terkecuali kepada lembaga pendidikan swasta termasuk pada madrasah yang ada di kota Bontang dengan program pembebasan biaya pendidikan bagi masyarakat Bontang dan pemberian insentif atau tunjangan bagi guru dan lainnya. Dukungan yang telah diberikan ini harus diperhatikan madrasah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya agar program pemerintah yang menjadikan kota Bontang sebagai kota Agamis dapat terwujud dan Bontang cerdas tahun 2010 dapat terialisasi. Apabila madrasah tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikannya maka barang tentu madrasah tersebut akan terpinggirkan dari lembaga pendidikan lainnya yang lebih maju dan baik.. Untuk itu marilah kita bersama-sama meningkatkan lembaga ini dan jangan terlena dengan masa lalu yang manis..

(Artikel Pribadi Abdul Syahid)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: